
Perkembangan Ikan Bawal Tawar - 2011-05-02
Ikan
bawal tawar merupakan ikan budidaya yang masih cukup baru diperkenalkan
di industri perikanan tanah air, namun karena hasil penyebarannya
mendapat respon dari para pembudidaya ikan, jumlahnya konsumsi ikan
bawal tawar semakin hari semakin meningkat. Ikan bawal tawar memiliki
rasa daging yang gurih dan enak, meski cukup banyak duri pada dagingnya.
Bahkan beberapa petani ikan yang sebelumnya memelihara ikan mas beralih
memelihara ikan bawal tawar, karena potensi ekonomi yang lebih
menguntungkan. Melambungnya harga pakan ikan akhir-akhir ini menjadi
salah satu alasan mengapa mereka beralih ke budidaya ikan bawal tawar
karena ikan bawal tawar makannya mudah, pemakan segala (omnivora).
Pasar
ikan konsumsi bawal air tawar masih membidik konsumen lokal (dalam
negeri) khususnya di kota-kota besar. Pasar lokal (dalam negeri) yang
mendominasi permintaan bawal air tawar terbanyak saat ini yaitu Depok,
Bekasi, Tangerang, Bogor, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang
diperkirakan angkanya mencapai jutaan ekor per musim. Contohnya
pembudidaya atau pedagang perantara dari Waduk Cirata (Cianjur) atau
Jatiluhur (Purwakarta) mendistribusikan ke TPI Muara Bari dan Muara
Angke yang selain menampung ikan hasil tangkapan juga menerima ikan
bawal tawar. Selain pasar di Jakarta, mereka juga mengirimkan ke Pasar
Turi (Surabaya), Pasar Kobong (Semarang), Lahat (Sumsel), Bandung,
Lampung, Bogor dan Cirebon. Bahkan permintaan ikan bawal tawar sudah
merambah ke mancanegara. Permintaan terbesar selama ini berasal dari
Hong Kong dan Amerika Serikat dengan jumlah mencapai puluhan juta ekor
tetapi Indonesia baru bisa memasok 10%-nya. Contohnya ikan hasil
budidaya di Cirata juga diekspor ke Johor Baru (Malaysia).
Sentra
budidaya ikan bawal tawar terbesar di Jawa Barat (Bogor, Sukabumi,
Bandung dan sebagian daerah Priangan lainnya) yang dikenal sebagai
penghasil ikan air tawar budidaya terbesar di Indonesia. Selain Di Jawa
Barat ditemui antara lain di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan
Timur dan Kalimantan Selatan bahkan sampai ke Bali. Pembudidayaan kolam
air tergenang (KAT) untuk daerah Jawa Barat, sentra pembudidayaannya
terdapat di Parung, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang dan Tasikmalaya.
Sementara budidaya di KJA banyak dilakukan di perairan waduk terutama
Cirata, Saguling dan Jatiluhur.
Di
kalangan penggemar ikan hias, bawal air tawar juga menjadi daya tarik
tersendiri untuk dipajang di akuarium dan kolam taman terutama saat
masih benih. Dan sejarah masuknya ikan bawal tawar ini bermula diimpor
sebagai ikan hias yang awalnya dikhawatirkan oleh beberapa ahli karena
ternyata ikan bawal tawar masih satu famili dengan ikan piranha yang
berbahaya dan dikhawatirkan kalau sampai lepas ke perairan umum. Sebagai
ikan hias, bawal air tawar tergolong banyak diminati karena sosoknya
yang unik dan bentuknya pipih, gerakannya indah dan semburat warna merah
di sisi perutnya.
Secara
teori, usaha pembesaran ikan bawal tawar juga tergolong jenis ikan yang
tidak sulit untuk dibudidayakan. Tingkat kelangsungan hidup (SR) bawal
air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan bawal tawar ini mampu
bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya
pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan
yang sangat besar. Ikan bawal tawar saat ini banyak dipilih pembudidaya
sebagai produk unggulan. Hal ini karena selain bernilai ekonomis sebagai
ikan hias, ikan bawal tawar (Colossoma macropomum Cuvier) juga
menjadi hidangan yang sering dicari di meja makan. Bahkan permintaan
yang besar dari produk ini tak hanya datang dari dalam negeri melainkan
juga dari luar negeri. Hanya saja belum terdapat data yang pasti berapa
total permintaan komoditas yang satu ini.
Fenomena
perkembangan ikan bawal tawar membuktikan bahwa walaupun termasuk jenis
ikan pendatang, bawal air tawar sudah mendapat tempat di hati
masyarakat, baik pembenih, pembudidaya sebagai produsen ataupun konsumen
untuk kebutuhan konsumsi maupun ikan hias untuk pajangan di akuarium
dan kolam taman di halaman rumah. Dengan fenomena tersebut, tampak bahwa
pasar ikan bawal tawar sudah memiliki karakteristik tersendiri. Hal ini
sangat menguntungkan bagai para pemula yang berniat memulai usaha sebab
pasarnya yang sudah terbentuk lebih prospektif dibanding ikan air tawar
lainnya karena perputarannya bagus, cepat dan simpel. Permintaan ikan
bawal tawar konsumsi umumnya datang dari pelaku usaha rumah makan atau
restoran yang menyajikan menu utama bawal bakar atau bawal goreng.
Permasalahan
utama yang dihadapi pembudidaya yaitu modal, teknologi, pakan dan
pemasaran merupakan masalah mendasar yang membutuhkan peran KKP.
a. Modal,
sebenarnya sudah ada program dari pemerintah yaitu PUMP (Pengembangan
Usaha Mina Pedesaan), Paket Wirausaha Perikanan, Kredit Usaha Rakyat
(KUR), kredit bantuan lainnya serta bantuan-bantuan sarana produksi
perikanan (saprokan).
b. Teknologi,
pemerintah melalui dinas kelautan dan perikanan, telah menyediakan
tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masalah teknologi bagi para
pembudidaya ikan. Dan perlu diketahui bahwa ikan bawal tawar ini
teknologinya sangat mudah.
c. Pakan, pemerintah telah memberikan bantuan mesin pembuat pakan ikan mandiri pakan mandiri yang dikelola oleh pokdakan.
d. Pemasaran:
1. memberikan informasi pasar sehingga para pembudidaya ikan tidak sulit mencari pasar.
2. menciptakan
iklim pemasaran yang kondusif bagi para pembudidaya yang berpihak
kepada pembudidaya, seperti penetapan harga dasar komoditi ikan yang
lebih rasional dengan harga pasar yang berlaku di daerah.
Pencapaian
target produksi 2011 masih diarahkan pada 10 komoditas unggulan
budidaya antara lain rumput laut, udang, kakap, kerapu, bandeng, mas,
nila, patin, lele dan gurami. Bukan berarti di luar 10 komoditas tadi
tidak penting, termasuk ikan bawal tawar ini. Penyebarannya dilaporkan
belum terlalu luas dan masih ada kekhawatiran di beberapa daerah dengan
kelestarian ikan-ikan lokal. Pengembangan komoditas unggulan sangatlah
penting, dengan menggali komoditas unggulan spesifik suatu daerah yang
harus bernilai ekonomis tinggi, tersedianya teknologi, besarnya
permintaan pasar dan dapat dikembangkan secara massal. KKP akan memacu
produksi perikanan budidaya melalui tiga target pembangunan. Pertama,
seluruh potensi perikanan budi daya menjadi kawasan minapolitan dengan
usaha yang bankable.
Kedua,
seluruh sentra produksi perikanan budi daya memiliki komoditas unggulan
yang menerapkan teknologi inovatif dengan kemasan dan mutu yang
terjamin. Ketiga, sarana dan prasarana perikanan budi daya mampu
memenuhi kebutuhan serta diproduksi dalam negeri dan dibangun secara
terintegrasi.
Walaupun
ketenaran ikan bawal tawar belum dapat disejajarkan dengan komoditas
perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus
meningkat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Maka tak
heran, bila dimasa yang akan datang akan menjadi komoditas unggulan
seperti jenis-jenis ikan lainnya. Seperti kerabatnya ikan piranha, ikan
ini di negara asalnya termasuk carnivora yakni pemakan daging. Di
habitat aslinya di Sungai Amazon sana ikan ini bergerombol dalam jumlah
yang kecil dan mencari mangsa ikan kecil, katak, siput atau udang.
Dengan gigi–giginya yang tajam, ikan ini merupakan predator sejati.
Budidaya pembesaran bisa dilakukan pada media jaring terapung, kolam
tanah, bak tembok dan kolam air deras. Pada media jaring terapung
sesungguhnya tidak dianjurkan disamping ikan bawal tawar bisa merusak
jaring juga ketika ikan bawal tawar lepas dari jaring akan menjadi
predator terhadap ikan-ikan lain.
Kendala dalam budidaya ikan bawal:
Peranan pemerintah dalam menanggulangi kendala tersebut:
Penyakit dalam menghambat pertumbuhan ikan bawal antara lain:
Usaha budidaya yang intensif berarti tingkat padat penebaran pada kolam pemeliharaan cukup tinggi. Hal ini menyebabkan kualitas air media pemeliharaan akan cepat turun karena banyaknya limbah yang dihasilkan dan organisme yang dibudidayakan dari asal pakan yang tidak termanfaatkan. Penurunan kualitas air akan memacu pertumbuhan dari organisme patogen yang merugikan dan juga akan menghambat pertumbuhan ikan bawal tawar sehingga akan menurunkan jumlah produksi. [Sumber : 63] Berita Terkait |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar